Latest Stories

Subscription

You can subscribe to Red Carpet by e-mail address to receive news and updates directly in your inbox. Simply enter your e-mail below and click Sign Up!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


News

News

Kekerasan demi kekerasan terus terjadi TNI dan Porli adalah pelaku utamanya 0 Comments

By Mabipai Yeimo
Rabu, 15 Mei 2013 | Posted in

Brimob siap siaga kotaraja Jayapura Papua
Tak bisa di hituang  kekerasan yang di lakukan oleh TNI-Polri  diseluruh Tanah Papua terus terjadi dari tahun berganti tahun,yang berawal dari tanggal 19 desember 1961,ditamba Tahun sebelumnya kekerasan pun terus berlanjut bulan berganti bulan hingga tahun berganti tahun pun hal ini masih terus terjadi

kekerasan pun terus berlanjut tak  ada hentinya pada tanggal 1 mei 1963 sampai pada saat ini  50 Tahun Aneksasi Papua oleh Indonesia pada 1 Mei 2013 di Tanah Papua diwarnai dengan aksi represif aparat Militer Indonesia yang melakukan penembakan kepada rakyat sipil di Kabupaten Sorong dan Biak Numfor.
Penembakan tersebut mengakibatkan , Abner Malagawak  (22 tahun) warga Distrik Makbon, Kabupaten Sorong tertembak dibagian ketiak kiri tembus kanan. Akhirnya, Abner tewas ditempat. Selanjutnya, Thomas Blesia (28 tahun), warga Distrik Sakouw, Kabupaten Sorong Selatan, tewas terkena timah panas di kepala bagian belakang tembus depan. Saat ini kedua korban masih berada di rumah mereka masing-masing yakni Distrik Makbon, Kabupaten Sorong dan Sorong Selatan.
Tak hanya Abner dan Thomas yang tewas terkena tembakan,  tiga warga lainnya mengalami luka-luka. Mereka adalah Salomina Klaivin (37 tahun), warga Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Herman Lokden  (18 tahun) warga kampung Wulek, Kabupaten Sorong Selatan, dan Andreas Sapisa (32 tahun) warga Distrik Makbon, Kabupaten Sorong. Salomina Klaivin, luka-luka karena tertembak di perut, paha bagian kanan, dan dilengan bagian kanan. Herman Lokden mengalami luka-luka kerena tertembakan di betis kanan tembus sebelah. Selanjutnya, Andreas Sapisa mengalami luka di bagian ibu jari kaki kanan akibat terkena peluru panas.
Peristiwa penembakan yang sama juga terjadi di Kabupaten Biak Numfor, tepatnya pada pagi hari 1 Mei 2013 di jalan Bosnik, seorang warga asal Kampung Biawer Dwar asal Biak Utara yang bernama Yance Wamaer (30an tahun), juga diketahui meninggal akibat timah panas aparat militer Indonesia yang melakukan penyisiran setelah membubarkan secara paksa peringatan 50 Tahun Aneksasi yang dilaksanankan di Kampung Ibdi.
 Dari peristiwa kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan aparat militer Indonesia terhadap rakyat Papua,selanjutnya tak satupun kasus kekerasan pembunuhan hingga pemerkosan tak pernah di usut tuntas yang katanya negara hukum.

Kepala Negara SBY
Dan anehnya lagi Seorang kepala Negara pun ikutan memikul senjata,pada hal kepala negara harus mematuhi Undang-undang 1945 Pembukaan UUD 45:

Bahwa sesunggunya kemerdekaan itu ialah hak segala bengsa,
dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan,
karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan,


Rakyat Papua belum dan sama sekali menjajah bangsa indonesia.
 (By Peuumabipai)

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

0 komentar for "Kekerasan demi kekerasan terus terjadi TNI dan Porli adalah pelaku utamanya"