Latest Stories

Subscription

You can subscribe to Red Carpet by e-mail address to receive news and updates directly in your inbox. Simply enter your e-mail below and click Sign Up!

TOP 5 Most Popular Post

Recently Comments


News

News

Bincang-Bincang Dengan Voni Blesia, Siswi Papua Peraih Cumlaude di Corbon University, USA 0 Comments

By Mabipai Yeimo
Rabu, 15 Mei 2013 | Posted in

“Selalu andalkan Tuhan dalam kuliah, ingin tunjukan bahwa Papua juga bisa”
 PAPUAN, Jayapura — Voni Blesia siswa asal Papua telah mengukir sejarah bagi generasi muda Papua, karena mampu meraih prestasi cun laude di Corban University USA, jurusan Health Science,

Voni Blesia, saat menerima diplomanya dari professor Michael Patterson, B.S., M.A., PhD (ABD), salah satu professor di Corban University USA (Foto: Ist).
Voni Blesia, saat menerima diplomanya dari professor Michael Patterson, B.S., M.A., PhD (ABD), salah satu professor di Corban University USA (Foto: Ist).
Berikut wawancaranya  melalui media sosial, Facebook.
Voni Blesia boleh berbangga diri, karena gadis  berperas cantik ini merupakan siswi pertama asal Papua, yang mengikuti program beasiswa Papua luar negeri, angkatan pertama yang kuliah di Corban University USA,  sejak 2009 lalu.
Ia berhasil lulus dalam angkatannya, bahkan bukan saja lulus dalam waktu singkat 3,5 tahun, namun dirinya mampu mencetak namanya dalam database di kampus Corban University USA, sebagai lulusan terbaik, karena mampu lulus dengan predicat Cum Laude, saat acara wisuda di Corban University USA, 4 Mei, lalu.
Voni Blesia sendiri merupakan anak ke empat dari 4 bersaudara pasangan Robert Blesia dan Helena Handa, Prestasi Voni sendiri sebenarnya sudah terlihat sejak SMP Negeri 1 Mimika Timur dan SMA N 1 Timika, pasalnya dirinya selalu meraih rengking di kelasnya.
“Saya mulai dilirik oleh BPSDM Papua untuk ikut program 1000 Phd, sejak Sejak SMA kelas 3,Semester 2,”ungkapnya, kepada suarapapua.com melalui facebooknya.
Voni menceritakan Pengalaman menariknya yaitu bagaimana dirinya belajar budaya baru yang benar-benar berbeda dengan budaya di Papua, misalnya dari makanan, udara di Amerika, serta cara berpakaian, dan lainya.
“Tapi dari perbedaan itu ada keunikan tersendiri yang bisa dibagikan besama. Teman-teman di sini sangat baik dan juga para professor yang mengajar. Mereka sangat peduli dengan kita dan ingin memberi yang terbaik. Mereka tidak hanya mengajar tetapi juga menunjukkan kasih Tuhan dalam setiap pembelajaraannya. Sangat luar biasa,” bilangnya.
Voni juga menceritakan awal dirinya mengingjak kaki di kampus  Corban University USA, 2009 lalu, perasaanya senang bercampur aduk dengan rasa takut dan juga rindu keluarga, pasalnya baru pertama dalam hidupnya harus memulai hidup yang baru dengan suasana yang bedah, karena harus beradaptasi dengan teman-temannya dari negara lain.
“Rasanya senang bisa berkenalan dengan teman-teman yang budayanya berbeda dengan Indonesia, namun ada juga waktu saya sempat sedih, karena harus jauh dengan orang Tua, bayangkan dari Amerika dan Timika, beruntung biasanya bisa komunikasi dengan mama dan bapak lewat handphone, itu saja hiburan saya,” katanya, sembari menjelaskan selama di kuliah di Amerika, dirinya tinggal di Asrama kampus.
Meski harus beradaptasi dengan persaingan di kampus dengan teman-teman dari negara lain, namun Voni mengaku selalu mengandalkan Tuhan dalam kuliahnya, dan dirinya bersyukur untuk Tuhan Yesus dan juga keluarganya, yang selalu mendukung dirinya dan doa, sehingga dirinya pun mampu beradaptasi dengan cepat, dan mampu menyelesaikan kuliahnya dengan baik dan tepat waktu.
Saat disinggung soal rencananya ke depan? Voni menjelaskan bahwa dirinya memiliki impian untuk melanjutkan kuliah ke jenjang yang lebih tinggi lagi.
“Saya ingin lanjutkan lagi ke jenjang yang lebih tinggi, semoga Tuhan Yesus menjawab doa-doa yang diminta,”tuturnya. Karena itu, Voni yang kini masih bermukim di Amerika  dalam rangka melanjutkan kuliahnya ke jenjang yang lebih tinggi, mengatakan, harapannya agar Gubernur Papua dan wakil Gubernur Papua, untuk bisa melanjutkan program 1000 doktor ini, sehingga mempercepat sumber daya manusia anak Papua.
“Harapan saya semoga Bapak Gubernur memiliki hasrat untuk melanjutkan program ini , karena kita semua percaya bahwa banyak anak Papua yang juga mampu bersaing dengan anak-anak yang lain. Program ini sangat membantu dalam mewujudkan harapan saya dan anak-anak Papua yang lain,” ungkapnya.
Voni mengatakan, ke depan setelah usai meraih impianya, dirinya memiliki keinginan untuk membagikan ilmunya kepada teman-temannya yang lain yang belum sempat mendapatkan kesempatan seperti dirinya dan teman-temannya yang lain jalani saat ini.
“Puji Tuhan dengan ilmu yang saya dapat, saya ingin membagikan itu untuk teman-teman lain terutama anak2 Papua yang tidak bisa atau BELUM SEMPAT mendapatkan kesempatan seperti apa yang saya dan teman-teman yang lain,”bilangnya.
Dalam kesempatan tersebut, Voni juga berpesan kepada generasi muda Papua, bahkan boleh dibilang sebagai motor dalam hidupnya, agar jangan merasa rendah dengan bangsa lain, sebab Tuhan menciptkana manusia itu sama di Matanya.
“Tuhan tidak menciptakan mereka lebih dari kita, karena kita semua sama dimata-NYA. Yang harus kita tingkatkan adalah PRAYER+HARD WORK because they can beat talentsa rtinya DOA dan KERJA KERAS, karena mereka mampu mengalahkan talenta. Bagi mereka yang memiliki talenta namun tidak mengasahnya dengan berdoa dan kerja keras, talenta itu tidak akan berkembang dan tidak dapat digunakan,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Voni menyampaikan penghargaan dan terima kasihnya kepada pemerintah Provinsi Papua melalui BPSDM (badan pengelola sumber daya manusia) yang telah memberikan kesempatan kepada sejumlah anak-anak Papua, sehingga bisa mengecep pendidikan di sejumlah Universitas ternama di luar Negeri, contohnya seperti dirinya saat ini.
“Special thanks to Jesus Christ who allows this program to be given in order to help numbers of Papuan children. Saya berterima kasih untuk pemerintah Papua melalui BPSDM yang telah memberikan kesempatan kepada sejumlah anak-anak Papua termasuk saya untuk dapat melanjutkan sekolah ke beberapa negara yang telah dipilih. Saya juga berterima kasih kepada Bapak kepala SDM Papua, Dr. Zakharias Giay yang telah mendukung kita selama ini,”terangnya
(facebook)

Follow any responses to the RSS 2.0. Leave a response

Leave a reply

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

0 komentar for "Bincang-Bincang Dengan Voni Blesia, Siswi Papua Peraih Cumlaude di Corbon University, USA"